Bulgaria seperti diketahui sebagai salah satu kekuatan gulat di dunia. Bahkan bila disetarakan dengan negara di kawasan Asia, Bulgaria lebih baik ketimbang Iran, Uzbekistan, maupun Kazakhstan. Berdasarkan kejuaraan dunia gulat terakhir, atlet Bulgaria berjaya atas Asia.  Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI)  berharap para pegulat nasional ba belajar banyak dari pegulat Bulgaria. Setidaknya di Asian Games nanti, pegulat Indonesia bisa meraih medali di nomor-nomor yang bukan nomor unggulan negara-negara kuat Asia.

Latihan dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pagi dan sore hari, masing-masing selama hampir dua jam. Tim Grego yang ditangani duet pelatih Edem Abduraimov dan Buyamin bahkan juga sudah melakukan latihan fisik. Enam pegulat Grego melakukan kegiatan outdoor-nya dengan menapaki arena mendaki. 

Pelatih Timnas Gulat Indonesia Fathur Rahman mengatakan, latihan di Bulgaria dan sparring-partner dengan Timnas Gulat mereka selama dua hari terakhir ini langsung memperlihatkan kualitas masing-masing pegulat Indonesia.

“Siapa pegulat yang terlihat biasa-biasa saja sewaktu latihan hampir dua bulan di Icuk Sugiarto Training Centre (ISTC), Cisaat, Sukabumi, namun kemudian menunjukkan performa yang berbeda saat “sparring partner” di sini. Waktunya memang masih panjang, namun perubahan sikap mental, fighting spirit atau semangat juang tentunya wajib dilakukan sejak jauh-jauh hari,” kata Fathur sebagaimana disampaikan pengurus PGSI, Tubagus Adhi dari Bulgaria.

Pelatih Timnas Gulat Bulgaria Peter Kasabov. mengatakan setelah menjalani latihan berat pada dua hari sebelumnya, menu latihan hari ini tergolong ringan. Selain karena hanya berlangsung satu kali, juga bersifat relaksasi. “Kita bermain basket, 25 x 2, dan setelah itu teknik,” kata Peter Kabasov, Kamis (26/4). 

Tempat latihan bersama Timnas Gulat Bulgaria dan Indonesia berlangsung di sebuah arena tertutup milik akademi militer. Di dalam arena seluas sekitar 150 x 50 itu juga terdapat tiga ring basket. Matras gulat terpampang panjang karena tiga matras dijadikan satu.

Salah satu pegulat Indonesia, Ridha Wahdaniyati, kerap inisiatif memainkan bola basket seusai latihan resmi setiap harinya baik pagi maupun sore hari. Dia bahkan mengajak pelatih Fathur Rahman dan beberapa rekannya untuk ikut menembakkan bola ke lubang, dan yang gagal three point shootting harus push up sebanyak 10 kali. Fathur Rahman termasuk yang mendapat hukuman ini.

Aksi Ridha pun menarik perhatian para pegulat Bulgaria dan mendorong mereka bermain basket bersama. Hal ini juga membuat pergaulan dan komunikasi para pegulat dari dua negara ini berlangsung cair. Hal ini sekaligus juga membuat para atlet relaks.