Kekalahan di pertemuan sebelumnya di Hong Kong Open 2015 membuat Hendra/Ahsan termotivasi kali ini tak ingin kalah lagi dari Boe/Mogensen. Kali ini Hendra/Ahsan membalas dengan mengalahkan Boe/Mogensen di depan publik mereka sendiri lewat permainan straight game, dengan skor 21-12, 24-22. Hendra/Ahsan kian unggul 5-1 dalam catatan rekor pertemuan dengan Boe/Mogensen. 

"Kami mengucap syukur bisa menang, sudah lama tidak bertemu mereka, dan kali ini kami memang mau menang. Kali ini atmosfernya beda, sekarang kami sudah sama-sama nggak muda. Di pertemuan terakhir kami kalah, kami tidak mau keulang lagi, kami mau balas kekalahan terakhir itu," kata Ahsan kepada Badmintonindonesia.org. 

"Sebetulnya kami senang bisa ketemu mereka lagi, dari dulu kan kami sama-sama terus. Di game pertama tadi kami menerapkan permainan no lob dan mereka sadar mereka tidak bisa berkembang, jadi di game kedua mereka coba banyak mengarahkan shuttlecock ke atas," jelas Hendra yang bersama Ahsan merupakan Juara Dunia 2013 dan 2015.

"Tadi kami fokus untuk tidak membuat kesalahan, kalau mati ya karena dimatiin. Kami coba unggul di permainan depannya berusaha lewati tekanan mereka, akhirnya kami bisa balik serang," tambah Ahsan. 

Di babak perempat final, Hendra/Ahsan akan berhadapan dengan pasangan muda, Han Chengkai/Zhou Haodong dari Tiongkok. Sebelumnya kedua pasangan belum pernah saling bertemu. 

"Yang penting itu dari kaminya, fight saja. Kami harus bisa main enjoy, lepas, tanpa tekanan, supaya bisa keluar semua permainannya," sebut Ahsan. 

Indonesia meloloskan enam wakil ke perempat final. Selain Hendra/Ahsan, ada pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Gregoria Mariska Tunjung, serta dua pasangan ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani. 

Laga perempat final Denmark Open 2018 akan dimainkan Jumat (19/10), mulai pukul 15.00 waktu Odense.