Belajar Fokus dan Komitmen pada Profesi Pilihan dari Zlatan Ibrahimovic

"Saya pikir, saya ini seperti anggur. Semakin tua, kualitasnya semakin baik." Adalah Zlatan Ibrahimovic yang mengeluaran pernyataan ini ketika banyak keraguan terhadap kontribusinya seiring usia yang tak lagi muda.

Pada 3 Oktober 2020, Zlatan Ibrahimovic berusia 39 tahun. Bukan usia muda untuk bermain di level elite sepak bola Eropa... apalagi menjadi tumpuan serangan tim. Tapi, bagi Ibra, usia "hanyalah angka".

Ketika Serie A 2020-2021 memasuki pekan ke-7, Zlatan Ibrahimovic mempersembahkan 8 gol bagi AC Milan. Tujuh gol itu dicetak dalam 5 pertandingan. Atas pencapaian Milan memimpin klasemen di pekan ke-7, siapa yang menduga sebelumnya?

Mundur dalam satu dekade terakhir, kekuatan Milan memang seperti hilang ditelan bumi setelah meraih scudetto musim 2010-2011 dan runner-up 2011-2012. Bahkan, di pengujung musim 2014-2015 Milan bertengger di peringkat ke-10.

Di sinilah peran besar Ibrahimovic mengembalikan posisi Milan sebagai tim yang pantas disegani di Italia (bahkan Eropa). Ibra membantu Milan pada pencapaian 24 laga kompetitif tak terkalahkan... sebelum akhirnya dihentikan klub Prancis, Lille, di ajang Liga Europa, 5 November 2020, dengan skor 0-3 di markas sendiri.

Membandingkan usia dan peran Ibra, mari melihat sepak terjang Wayne Rooney. Mantan striker timnas Inggris dan Man. United ini berisia 35 tahun pada 24 Oktober 2020. Rooney tersingkir dari pertarungan elite sepak bola dengan bergabung bersama Derby County, di kompetisi Championship alias Divisi II Liga Inggris.

Masih ingat David Villa? Striker yang pernah membela Valencia dan Barcelona ini sudah pensiun pada 13 November 2019 setelah membela klub Jepang, Vissel Kobe. Kini, ia berusia 38 tahun.

Jelas bukan pekerjaan sederhana bagi pemain di atas usia 35 tahun untuk tetap menjadi andalan timnya. Fokus dan komitmen Ibra pada profesinya sebagai pesepak bola tak bisa dipungkiri berperan membawanya pada posisi sekarang ini. Ia tak mudah mengalah hanya karena usia.

Ada kata-kata bijak soal usia ini, bukan mengarah pada penyangkalan, namun berusaha menjaga kualitas produktivitas. "Anda akan terlihat muda seperti keyakinan Anda, tua seperti keragu-raguan Anda. Anda muda seperti bagaimana kepercayaan diri Anda dan tua layaknya ketakutan Anda."

Tak hanya itu, mari cermati ungkapan berikut ini: "Kita muda seperti harapan yang kita punya. Keputusasaan kita memperlihatkan ketuaan kita." Mari belajar menjaga harapan dari Ibra.

VAVEL Logo